Mitos Tentang Batu Cermin

Apakah anda pernah berkunjung ke Batu Cermin itu yang berada id ujung barat pulau Flores ? Batu Cermin adalah salah obyek wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun manca negera. Bila anda pernah ke sana, anda tentu pernah masuk ke dalam gua batu itu, melewati suatu (hall) dalam gua, melewati lorong sempit yang gelap menuju tempat yang disebut sebagai Batu Cermin. Ketika Anda berdiri di antara dua dinding batu yang berhadapan dan melihat ke atas, Anda akan melihat lobang tempat cahaya masuk menerangi kedua dinding batu itu. Mungkin Anda akan bertanya, dimana cerminnya? Ya, tidak ada. Lalu, mengapa disebut Batu Cermin.

Ada yang bilang karena dinding batu yang satu dianggap sebagai cerminan dari dinding yang satunya lagi. Tetapi, jika kita perhatikan benar-benar kedua dinding itu, ya permukaannya tidak sama. Kalau dinding yang satu dianggap pantulan/cerminan dinding yang satunya, tentu harus sama. Penjelasan itu kurang pas. Kalau karena berkas cahaya matahari yang masuk lubang di atasnya dan menyinari dinding itu, juga tidak pas. Karena cahaya itu tidak bikin dinding itu jadi seperti cermin.

Lalu, kenapa disebut Batu Cermin? Nah, nama itu didasarkan pada mitos tentang tempat itu. Konon, kedua dinding batu itu merupakan dua cermin besar bagi para bidadari, yang dalam masyarakat Manggarai disebut “Darat”. Ini sama dengan pohon-pohon besar di Pong (tempat sumber mata air) yang diyakini masyarakat Manggarai sebagai rumah/perkampungan Darat. Bunyi gendang dan gong bagi Darat merupakan bunyi guntur dan halilintar. Begitu keyakinan masyarakat Manggarai.

Menurut mitos, di setiap bulan purnama para bidadari (Darat) berkumpul di Batu Cermin ini untuk suatu ritual tolak bala. Ritual ini berpusat di Batu Penis (Penis Stone) yang terletak di luar gua. Batu Penis ini merupakan simbol dari nafsu, amarah, angkara dan murka yang destruktif dan mendatangkan bala bencana.

Diyakini bahwa setiap tiba bulan purnama, Batu Penis akan mengeluarkan energi/aura kegilaan nafsu, amarah, angkara, dan murka yang destruktif yang memberikan efek kegilaan, perilaku buruk bersifat destruktif dari makhluk hidup, termasuk manusia, yang akan merusak keseimbangan dan keharmonisan semesta alam. Untuk mencegah terjadinya hal ini, maka di setiap tiba bulan purnama para bidadari (Darat) melakukan ritual khusus.

Di tiba senja para bidadari (Darat) berkumpul di ruangan (hall) di Gua Batu Cermin. Bergantian mereka dandan dan merias diri depan Batu Cermin. Setelah semua sudah dandan dan merias diri, mereka siap-siap untuk membawakan ritual berupa tarian/sae “Embong Wulang, Embong Watu” – meninabobokan bulan dan meninabobokan batu. Bikin Bulan tertidur, dan Batu Penis tertidur. Ketika Bulan tertidur dan Batu Penis itu tertidur, maka tidak terjadi pancaran energi /aura kegilaan nafsu, amarah, angkara, dan murka yang destruktif itu.

Tepat tiba malam, saat muncul bulan purnama, para bidadari itu keluar dari gua menuju Batu Penis dalam format Sae Embong Wulang, Embong Watu. Dalam gerak tarian yang gemulai para bidadari itu melingkari Batu Penis. Sambil menari mereka menutupi Batu Penis itu dengan kain hitam bermotif songke. Ritual tarian itu berakhir ketika seluruh Batu Penis tertutup kain. Dengan Sae Embong Wulang, Embong Watu, diyakini bahwa Batu Penis itu tertidur dan dengan dibungkus oleh kain hitam bermotif songke itu, Batu Penis itu tidak lagi dapat memancarkan energi/aura kegilaan nafsu, amarah, angkara, dan murka, sehingga tidak menimbulkan efek perilaku buruk yang destruktif bagi makhluk hidup, termasuk manusia yang dapat merusak keseimbangan dan keharmonisan semesta alam.

Demikian mitos Batu Cermin itu yang merupakan narasi Batu Cermin. Dari perspektif parawisata, mitos ini tentu bisa menambah daya tarik tempat wisata Batu Cermin jika ritual ini dipentaskan kembali di tempat wisata tersebut. Wisatawan tidak hanya melihat batu/gua itu saja, tetapi dapat membawa pulang narasi mengenai Batu Cermin itu.

Tidak hanya itu. Diyakini bahwa setiap orang, khususnya laki-laki, yang dapat menyentuh Batu Penis di Batu Cermin dengan penuh keyakinan, dapat menyerap energi keperkasaan/kejantanan dari Batu Penis tersebut, sehingga laki-laki jadi perkasa/jantan dan dapat memberikan kepuasan seksual bagi pasangannya.



Komodo Trans Wisata
 
Jalan Soekarno - Hatta
Labuan Bajo, Flores 80361
     
Telepon : +62 8123.9922222
WhatsApp +6281236016914
Website www.pulaukomodo.com
 Email info@komodotours.co.id
  ktwtour@gmail.com
 PIN BB :  5AF83360
     
Chat to Our Customer Service Using Yahoo Messenger
  
FLORES & BEYOND TOURS
F1LOR1ES OVER1L1AND TO1U1RS
LOMBOK ISLAND TOURS
SUMBA ADVENTURE

Share |